Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari Kindle

Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari Kindle


Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari [Epub] ➤ Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari ➥ Ajip Rosidi – Capitalsoftworks.co.uk Aji Rosidi, sastrawan Indonesia, menulis kenangan hubungan dia dengan tokoh tokoh terkemuka Indoensia Keakrabannya dengan yang dikenang tdak hanya melahirkan pujian, tetapi juga mengungkap sisi kemanu Aji Rosidi, sastrawan Orang Lain: Epub â Indonesia, menulis kenangan hubungan dia dengan tokoh tokoh terkemuka Indoensia Keakrabannya dengan yang dikenang tdak hanya melahirkan pujian, tetapi juga mengungkap sisi kemanusian para tokoh yang kurang diketahui oleh publik.

  • Paperback
  • 471 pages
  • Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari
  • Ajip Rosidi
  • Indonesian
  • 03 February 2017

About the Author: Ajip Rosidi

Ajip Rosidi dibaca Orang Lain: Epub â Ayip Rosidi mula mula menulis karya kreatif dalam bahasa Indonesia, kemudian telaah dan komentar tentang sastera, bahasa dan budaya, baik berupa artikel, buku atau makalah dalam berbagai pertemuan di tingkat regional, nasional, maupun internasional Ia banyak melacak jejak dan tonggak alur sejarah sastera Indonesia dan Sunda, menyampaikan pandangan tentang masalah sosial politik, Mengenang Hidup PDF/EPUB or baik berupa artikel dalam majalah, berupa ceramah atau makalah Dia juga menulis biografi seniman dan tokoh politik Pendidikan formalnya SD di Jatiwangi , SMP di Jakarta dan Tainan Madya di Jakarta tidak tamat, , selanjutnya otodidakIa mulai mengumumkan karya sastera tahun , dimuat dalam majalah majalah terkemuka pada waktu itu seperti Mimbar Indonesia, Hidup Orang Lain: eBook ↠ Gelanggang Siasat, Indonesia, Zenith, Kisah dll Menurut penelitian Dr Ulrich Kratz , sampai dengan tahun , Ajip adalah pengarang sajak dan cerita pendek yang paling produktif judul karya dimuat dalam majalahBukunya yang pertama, Tahun tahun Kematian terbit ketika usianya tahun , diikuti oleh kumpulan sajak, kumpulan cerita pendek, roman, drama, kumpulan esai dan kritik, hasil penelitian, dll baik dalam bahasa Indonesia maupun Sunda, yang jumlahnya kl seratus judulKaryanya banyak yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, dimuat dalam bungarampai atau terbit sebagai buku, al dalam bahasa Belanda, Cina, Inggris, Jepang, Perands, Kroatia, Rusia, dll Bukunya yang dalam bahasa Sunda, al Kanjutkundang bungarampai sastera setelah perang disusun bersama Rusman Sutiasumarga, , Beber Layar , Jante Arkidam , DurPanjak , Ngalanglang Kusastran Sunda , Dengkleung De ngde k , Polemik Undak usuk Basa Sunda , Haji Hasan Mustapajeung Karya karyana , Hurip Waras , Pancakaki , Cupumanik Astagina , Eundeuk eundeukan , Trang trang Kolentrang , dllIa juga mengumpulkan dan menyunting tulisan tersebar Sjafruddin Prawiranegara jilid dan Asrul Sani Surat surat Kepercayaan, Ketika masih duduk di SMP men jadi redaktur majalah Suluh Pelajar Suluh Peladjar yang tersebar ke seluruh Indonesia Kemudian men jadi pemimpin redaksi bulanan Prosa , Mingguan kemudian Majalah Sunda , bulanan Budaya Jaya Budaja Djaja, Mendirikan dan memimpin Proyek Penelitian Pantun dan Folklor Sunda PPP FS yang banyak merekam Carita Pantun dan mempublikasikannya Sejak diangkat menjadi gurubesar tamu di Osaka Gaikokugo Daigaku Universitas Bahasa Asing Osaka , sambil mengajar di Kyoto Sangyo Daigaku dan Tenri Daignku , tetapi terus aktif memperhatikan kehi dupan sastera budaya dan sosial politik di tanahair dan terus menulis Tahun secara pribadi memberikan hadiah sastera tahunan Rancage yang kemudian dilanjutkan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage yang didirikannya.



10 thoughts on “Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari

  1. Sri Sri says:

    Yang bab bab awal hingga pertengahan masih ngerti lah orangnya Yang belakangan, kebanyakan belum pernah tahu Tapi dengan baca buku ini jadi tahu tahu sedikit lah jasa beliau beliau di dunia kebanyakan sastra budaya Indonesia Buku seperti ini memperkaya sejarah yang dipelajarinya kadang hanya berupa siapa dan peristiwa, tanpa mengupas mendalam motivasi motivasi di dalamnya Bahwa beberapa tokoh kepeleset ikut gerakan separatis padahal justru berperan penting untuk mencegahnya Mana ada di Yang bab bab awal hingga pertengahan masih ngerti lah orangnya Yang belakangan, kebanyakan belum pernah tahu Tapi dengan baca buku ini jadi tahu tahu sedikit lah jasa beliau beliau di dunia kebanyakan sastra budaya Indonesia Buku seperti ini memperkaya sejarah yang dipelajarinya kadang hanya berupa siapa dan peristiwa, tanpa mengupas mendalam motivasi motivasi di dalamnya Bahwa beberapa tokoh kepeleset ikut gerakan separatis padahal justru berperan penting untuk mencegahnya Mana ada di buku pelajaran sejarah di sekolah Atau juga tentang kejahatan mesum borjuis yang menyelamatkan pelakunya dari seretan kasus besar di negeri ini wkwkwk Atau sebaliknya, orang yang tak ada sangkut pautnya, tau tau dimatikan oleh fitnah tak berdasar, jauh setelah kasus besar negeri ini sudah berlalu _

  2. Abi Ghifari Abi Ghifari says:

    Obituari sebagai warta bagi meninggalnya seseorang ternyata tidak hanya dengan dingin mengabarkan kepergian pribadi tersebut, namun lebih dari itu obituari dapat dijadikan wadah untuk mengenang karya karya dan kontribusi almarhum di lapangan kehidupan Hal ini pula yang dilakukan oleh Ajip Rosidi yang telah menulis sejumlah obituari selama beberapa puluh tahun terakhir yang kini dirangkum ke dalam sebuah buku Mengenang Hidup Orang Lain Penerbit KPG, 2010.Obituari yang terangkum dalam buku in Obituari sebagai warta bagi meninggalnya seseorang ternyata tidak hanya dengan dingin mengabarkan kepergian pribadi tersebut, namun lebih dari itu obituari dapat dijadikan wadah untuk mengenang karya karya dan kontribusi almarhum di lapangan kehidupan Hal ini pula yang dilakukan oleh Ajip Rosidi yang telah menulis sejumlah obituari selama beberapa puluh tahun terakhir yang kini dirangkum ke dalam sebuah buku Mengenang Hidup Orang Lain Penerbit KPG, 2010.Obituari yang terangkum dalam buku ini memang ditujukan bagi tokoh tokoh kenamaan yang telah meninggalkan kita terlebih dahulu dan memang masih berhubungan erat dengan lapangan karya Ajip Rosidi yaitu seputar kesusastraan dan seni budaya Beberapa di antaranya kita kenal sebagai penulis dan sastrawan baik dari dalam negeri maupun internasional, jurnalis, pelukis, pegiat seni budaya, hingga budayawan dan tokoh masyarakat Sunda, yang juga merupakan suku asal Ajip Rosidi.Beberapa obituari di antaranya ditujukan untuk Pramoedya Ananta Toer, Asrul Sani, Mochtar Lubis, Ramadhan KH, Utuy Tatang Sontani, Armijn Pane, Mohammad Diponegoro, dan JE Tatengkeng dari kalangan sastrawan Ada pula catatan untuk mengenang S Sudjojono, Zaini, Nashar, dan Salim dari dunia lukis Juga untuk Rendra, Djamal Djaharuddin, dan SM Ardan dari kalangan pegiat seni dan budaya Hampir semua obituari yang dituliskan memang ditujukan kepada pribadi yang pernah dikenal dengan baik oleh Ajip, baik bersahabat dekat atau bahkan berada di sisi yang sama sekali berlawanan.Perlu dimaklumi bahwa sekitar tahun 1960 an, dunia sastra dan seni budaya Indonesia mengalami suatu perseteruan yang berujung pada terbentuknya dua kubu kubu kiri yang mengusung sastra budaya realisme sosialis yang bernaung di bawah Lembaga Kebudayaan Rakyat Lekra suatu organisasi budaya yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia PKI dan kubu kanan penandatangan Manifes Kebudayaan yang menyerukan humanisme universal Meskipun Ajip Rosidi tidak pernah mengklaim bahwa dirinya termasuk ke dalam kubu Manifes Kebudayaan, tetapi ia dengan tegas menolak perlakuan kubu Lekra terhadap dunia sastra Indonesia saat itu Hal ini pula yang meski tidak begitu kentara, tetapi cukup terlihat pada beberapa obituarinya, terutama kepada mereka yang terafiliasi dengan kubu kiri seperti Pramoedya, AS Dharta, dan Utuy T Sontani.Hal yang cukup menarik untuk dicermati pada setiap obituari yang ditulisnya di buku ini ialah jelas bahwa Ajip Rosidi merupakan seorang penghafal atau setidaknya notulen yang baik, karena ia dapat menyebutkan dengan jelas kapan ia pertama kali bertemu dengan person tersebut, apa saja karya dan kontribusi yang dihasilkan, apa saja yang mereka sampaikan kepadanya, dan bahkan hal hal kecil dan sederhana yang tampaknya akan sulit untuk diingat.Bukan hanya karena fakta fakta yang dikemukakan yang membuat tulisan tulisan pada obituari ini menarik, tetapi karena diungkapkannya juga perasaan subjektif dan personal seperti yang mungkin diilustrasikan pada sampul buku, dimana siluet Ajip yang bertopi sedang berbagi cerita dengan seseorang di sebelahnya Ajip yang juga merupakan seorang penyair dan eseis yang handal membuat obituari yang ditulisnya seperti layaknya biografi singkat tokoh tokoh tersebut yang membuat para pembacanya akan kembali mengingat pribadi pribadi tersebut serta karya karya semasa hidupnya

  3. miaaa miaaa says:

    Pertama, kang Ajip jelas orang paling beruntung di dunia karena berkesempatan mengenal begitu banyak orang secara pribadi dan karena itu bisa menorehkan pengalamannya bersama mereka dalam sebuah buku khusus seperti ini.Kedua, mungkin ada alasan tertentu penerbit menempatkan tokoh yang benar benar awam di bagian bagian awal Bisa jadi kang Ajip sendiri yang memutuskan begitu susunannya Tapi yang jelas di bagian tengah hingga belakang, selain tokoh tokohnya tidak aku kenal aku pun seakan tidak pe Pertama, kang Ajip jelas orang paling beruntung di dunia karena berkesempatan mengenal begitu banyak orang secara pribadi dan karena itu bisa menorehkan pengalamannya bersama mereka dalam sebuah buku khusus seperti ini.Kedua, mungkin ada alasan tertentu penerbit menempatkan tokoh yang benar benar awam di bagian bagian awal Bisa jadi kang Ajip sendiri yang memutuskan begitu susunannya Tapi yang jelas di bagian tengah hingga belakang, selain tokoh tokohnya tidak aku kenal aku pun seakan tidak peduli apa yang mereka lakukan Kok rasanya miris yah Ketiga, aku berharap penerbit atau editor mensortir lagi obituari yang dimasukkan ke dalam buku ini Paling tidak jangan sampai membuat jumlah halaman setebal ini Rasa bosan adalah tantangan utama saat membacanya, terutama sekali jika tokoh tersebut belum pernah didengar sebelumnya Mungkin bukan ide yang buruk menjadikan obituari obiatuari ini ke dalam buku seri obituari.Keempat, roger and out Autobots let s roll baca bareng Klub Buku Sept 2010

  4. Hary Johari Hary Johari says:

    Membuat obituari seseorang bagi ajip rosidi bukan berarti meratapi kematian orang tersebut. tapi lebih ke mengingat hidup mereka yang penuh maknadari tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toersampai tokoh kecil seperti penjaga perpustakaan nasional.Obituari karya Ajip Rosidi ini lebih terasa sebagai biografi singkat tokoh yang dibicarakan tentunya dari sudut pandang seorang Ajip yang berusaha membuatnya seobjektif mungkin walau kadang sedikit terlihat emosional pada tokoh2 tertentu ya Membuat obituari seseorang bagi ajip rosidi bukan berarti meratapi kematian orang tersebut. tapi lebih ke mengingat hidup mereka yang penuh maknadari tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toersampai tokoh kecil seperti penjaga perpustakaan nasional.Obituari karya Ajip Rosidi ini lebih terasa sebagai biografi singkat tokoh yang dibicarakan tentunya dari sudut pandang seorang Ajip yang berusaha membuatnya seobjektif mungkin walau kadang sedikit terlihat emosional pada tokoh2 tertentu yang dekat dengannya.Mengenang kematian seseorang berarti juga mengenang kehidupan orang tersebut

  5. roland simarangkir roland simarangkir says:

    Buku ini merupakan biografi singkat tokoh tokoh Indonesia dari yang akrab di telinga sampai yang baru pertama baca pada saat membaca buku ini Mungkin karena sebagian besar tokoh di dalamnya tidak begitu terkenal untuk saya terutama , lama kelamaan terasa membosankan.Untuk beberapa tokoh, hidup mereka memberikan banyak pedoman kejujuran, kesederhanaan, integritas dan banyak hal positif lainnya.

  6. Basri Adhi Basri Adhi says:

    Bagaimana bila seorang penulis bertemu orang lain dia akan mengenangnya, dan menuliskan kenangan dari pertemuan pertemuan itu Tentu, dengan subyektivitas penulsinya Buku ini membuka banyak sisi lain orang orang yang selama namanya mungkin hanya ditemukan di koran, buku atau berita Ceritanya saya percaya jujur, dan itu kekuatannya Bahwa tokoh, sehebat dan seterkenal apapun dia, tetap saja manusia biasa Paling tidak buat teman temannya.

  7. Famega Putri Famega Putri says:

    Seorang tua yang menuliskan kisah tentang teman temannya yang sudah berpulang Sudut pandangnya subjektif, tapi itu yang membuatnya menarik Ada pula banyak tokoh yang tidak saya kenal tapi ternyata punya peran besar di bidangnya.

  8. Indah Threez Lestari Indah Threez Lestari says:

    201 2014

  9. Jiwa Rasa Jiwa Rasa says:

    Buku yang menarik untuk mengenal 50 tokoh dunia sastera dan penulisan di Indonesia Penulisan Obituari yang ditulis dari sudut pandang Ajip Rosidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 thoughts on “Mengenang Hidup Orang Lain: Sejumlah Obituari

  1. Sri Sri says:

    Yang bab bab awal hingga pertengahan masih ngerti lah orangnya Yang belakangan, kebanyakan belum pernah tahu Tapi dengan baca buku ini jadi tahu tahu sedikit lah jasa beliau beliau di dunia kebanyakan sastra budaya Indonesia Buku seperti ini memperkaya sejarah yang dipelajarinya kadang hanya berupa siapa dan peristiwa, tanpa mengupas mendalam motivasi motivasi di dalamnya Bahwa beberapa tokoh kepeleset ikut gerakan separatis padahal justru berperan penting untuk mencegahnya Mana ada di Yang bab bab awal hingga pertengahan masih ngerti lah orangnya Yang belakangan, kebanyakan belum pernah tahu Tapi dengan baca buku ini jadi tahu tahu sedikit lah jasa beliau beliau di dunia kebanyakan sastra budaya Indonesia Buku seperti ini memperkaya sejarah yang dipelajarinya kadang hanya berupa siapa dan peristiwa, tanpa mengupas mendalam motivasi motivasi di dalamnya Bahwa beberapa tokoh kepeleset ikut gerakan separatis padahal justru berperan penting untuk mencegahnya Mana ada di buku pelajaran sejarah di sekolah Atau juga tentang kejahatan mesum borjuis yang menyelamatkan pelakunya dari seretan kasus besar di negeri ini wkwkwk Atau sebaliknya, orang yang tak ada sangkut pautnya, tau tau dimatikan oleh fitnah tak berdasar, jauh setelah kasus besar negeri ini sudah berlalu _

  2. Abi Ghifari Abi Ghifari says:

    Obituari sebagai warta bagi meninggalnya seseorang ternyata tidak hanya dengan dingin mengabarkan kepergian pribadi tersebut, namun lebih dari itu obituari dapat dijadikan wadah untuk mengenang karya karya dan kontribusi almarhum di lapangan kehidupan Hal ini pula yang dilakukan oleh Ajip Rosidi yang telah menulis sejumlah obituari selama beberapa puluh tahun terakhir yang kini dirangkum ke dalam sebuah buku Mengenang Hidup Orang Lain Penerbit KPG, 2010.Obituari yang terangkum dalam buku in Obituari sebagai warta bagi meninggalnya seseorang ternyata tidak hanya dengan dingin mengabarkan kepergian pribadi tersebut, namun lebih dari itu obituari dapat dijadikan wadah untuk mengenang karya karya dan kontribusi almarhum di lapangan kehidupan Hal ini pula yang dilakukan oleh Ajip Rosidi yang telah menulis sejumlah obituari selama beberapa puluh tahun terakhir yang kini dirangkum ke dalam sebuah buku Mengenang Hidup Orang Lain Penerbit KPG, 2010.Obituari yang terangkum dalam buku ini memang ditujukan bagi tokoh tokoh kenamaan yang telah meninggalkan kita terlebih dahulu dan memang masih berhubungan erat dengan lapangan karya Ajip Rosidi yaitu seputar kesusastraan dan seni budaya Beberapa di antaranya kita kenal sebagai penulis dan sastrawan baik dari dalam negeri maupun internasional, jurnalis, pelukis, pegiat seni budaya, hingga budayawan dan tokoh masyarakat Sunda, yang juga merupakan suku asal Ajip Rosidi.Beberapa obituari di antaranya ditujukan untuk Pramoedya Ananta Toer, Asrul Sani, Mochtar Lubis, Ramadhan KH, Utuy Tatang Sontani, Armijn Pane, Mohammad Diponegoro, dan JE Tatengkeng dari kalangan sastrawan Ada pula catatan untuk mengenang S Sudjojono, Zaini, Nashar, dan Salim dari dunia lukis Juga untuk Rendra, Djamal Djaharuddin, dan SM Ardan dari kalangan pegiat seni dan budaya Hampir semua obituari yang dituliskan memang ditujukan kepada pribadi yang pernah dikenal dengan baik oleh Ajip, baik bersahabat dekat atau bahkan berada di sisi yang sama sekali berlawanan.Perlu dimaklumi bahwa sekitar tahun 1960 an, dunia sastra dan seni budaya Indonesia mengalami suatu perseteruan yang berujung pada terbentuknya dua kubu kubu kiri yang mengusung sastra budaya realisme sosialis yang bernaung di bawah Lembaga Kebudayaan Rakyat Lekra suatu organisasi budaya yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia PKI dan kubu kanan penandatangan Manifes Kebudayaan yang menyerukan humanisme universal Meskipun Ajip Rosidi tidak pernah mengklaim bahwa dirinya termasuk ke dalam kubu Manifes Kebudayaan, tetapi ia dengan tegas menolak perlakuan kubu Lekra terhadap dunia sastra Indonesia saat itu Hal ini pula yang meski tidak begitu kentara, tetapi cukup terlihat pada beberapa obituarinya, terutama kepada mereka yang terafiliasi dengan kubu kiri seperti Pramoedya, AS Dharta, dan Utuy T Sontani.Hal yang cukup menarik untuk dicermati pada setiap obituari yang ditulisnya di buku ini ialah jelas bahwa Ajip Rosidi merupakan seorang penghafal atau setidaknya notulen yang baik, karena ia dapat menyebutkan dengan jelas kapan ia pertama kali bertemu dengan person tersebut, apa saja karya dan kontribusi yang dihasilkan, apa saja yang mereka sampaikan kepadanya, dan bahkan hal hal kecil dan sederhana yang tampaknya akan sulit untuk diingat.Bukan hanya karena fakta fakta yang dikemukakan yang membuat tulisan tulisan pada obituari ini menarik, tetapi karena diungkapkannya juga perasaan subjektif dan personal seperti yang mungkin diilustrasikan pada sampul buku, dimana siluet Ajip yang bertopi sedang berbagi cerita dengan seseorang di sebelahnya Ajip yang juga merupakan seorang penyair dan eseis yang handal membuat obituari yang ditulisnya seperti layaknya biografi singkat tokoh tokoh tersebut yang membuat para pembacanya akan kembali mengingat pribadi pribadi tersebut serta karya karya semasa hidupnya

  3. miaaa miaaa says:

    Pertama, kang Ajip jelas orang paling beruntung di dunia karena berkesempatan mengenal begitu banyak orang secara pribadi dan karena itu bisa menorehkan pengalamannya bersama mereka dalam sebuah buku khusus seperti ini.Kedua, mungkin ada alasan tertentu penerbit menempatkan tokoh yang benar benar awam di bagian bagian awal Bisa jadi kang Ajip sendiri yang memutuskan begitu susunannya Tapi yang jelas di bagian tengah hingga belakang, selain tokoh tokohnya tidak aku kenal aku pun seakan tidak pe Pertama, kang Ajip jelas orang paling beruntung di dunia karena berkesempatan mengenal begitu banyak orang secara pribadi dan karena itu bisa menorehkan pengalamannya bersama mereka dalam sebuah buku khusus seperti ini.Kedua, mungkin ada alasan tertentu penerbit menempatkan tokoh yang benar benar awam di bagian bagian awal Bisa jadi kang Ajip sendiri yang memutuskan begitu susunannya Tapi yang jelas di bagian tengah hingga belakang, selain tokoh tokohnya tidak aku kenal aku pun seakan tidak peduli apa yang mereka lakukan Kok rasanya miris yah Ketiga, aku berharap penerbit atau editor mensortir lagi obituari yang dimasukkan ke dalam buku ini Paling tidak jangan sampai membuat jumlah halaman setebal ini Rasa bosan adalah tantangan utama saat membacanya, terutama sekali jika tokoh tersebut belum pernah didengar sebelumnya Mungkin bukan ide yang buruk menjadikan obituari obiatuari ini ke dalam buku seri obituari.Keempat, roger and out Autobots let s roll baca bareng Klub Buku Sept 2010

  4. Hary Johari Hary Johari says:

    Membuat obituari seseorang bagi ajip rosidi bukan berarti meratapi kematian orang tersebut. tapi lebih ke mengingat hidup mereka yang penuh maknadari tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toersampai tokoh kecil seperti penjaga perpustakaan nasional.Obituari karya Ajip Rosidi ini lebih terasa sebagai biografi singkat tokoh yang dibicarakan tentunya dari sudut pandang seorang Ajip yang berusaha membuatnya seobjektif mungkin walau kadang sedikit terlihat emosional pada tokoh2 tertentu ya Membuat obituari seseorang bagi ajip rosidi bukan berarti meratapi kematian orang tersebut. tapi lebih ke mengingat hidup mereka yang penuh maknadari tokoh besar seperti Pramoedya Ananta Toersampai tokoh kecil seperti penjaga perpustakaan nasional.Obituari karya Ajip Rosidi ini lebih terasa sebagai biografi singkat tokoh yang dibicarakan tentunya dari sudut pandang seorang Ajip yang berusaha membuatnya seobjektif mungkin walau kadang sedikit terlihat emosional pada tokoh2 tertentu yang dekat dengannya.Mengenang kematian seseorang berarti juga mengenang kehidupan orang tersebut

  5. roland simarangkir roland simarangkir says:

    Buku ini merupakan biografi singkat tokoh tokoh Indonesia dari yang akrab di telinga sampai yang baru pertama baca pada saat membaca buku ini Mungkin karena sebagian besar tokoh di dalamnya tidak begitu terkenal untuk saya terutama , lama kelamaan terasa membosankan.Untuk beberapa tokoh, hidup mereka memberikan banyak pedoman kejujuran, kesederhanaan, integritas dan banyak hal positif lainnya.

  6. Basri Adhi Basri Adhi says:

    Bagaimana bila seorang penulis bertemu orang lain dia akan mengenangnya, dan menuliskan kenangan dari pertemuan pertemuan itu Tentu, dengan subyektivitas penulsinya Buku ini membuka banyak sisi lain orang orang yang selama namanya mungkin hanya ditemukan di koran, buku atau berita Ceritanya saya percaya jujur, dan itu kekuatannya Bahwa tokoh, sehebat dan seterkenal apapun dia, tetap saja manusia biasa Paling tidak buat teman temannya.

  7. Famega Putri Famega Putri says:

    Seorang tua yang menuliskan kisah tentang teman temannya yang sudah berpulang Sudut pandangnya subjektif, tapi itu yang membuatnya menarik Ada pula banyak tokoh yang tidak saya kenal tapi ternyata punya peran besar di bidangnya.

  8. Indah Threez Lestari Indah Threez Lestari says:

    201 2014

  9. Jiwa Rasa Jiwa Rasa says:

    Buku yang menarik untuk mengenal 50 tokoh dunia sastera dan penulisan di Indonesia Penulisan Obituari yang ditulis dari sudut pandang Ajip Rosidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *